FOREXimf.com - Sudah sejauh mana nih kamu ubek-ubek artikel satu ke artikel lainnya untuk tahu tentang trading dan pembahasan yang relevan? Video lama hingga video terbaru yang menjelaskan cara belajar trading pun sudah ditelusuri, ya? Sudah makin jago, dong?! Apa masih bingung banget harus mulai dari mana?
Gapapa, Guys, memang untuk mempelajari trading itu gak cukup cuma satu atau dua hari aja, kamu butuh waktu yang lama ditambah pengalaman yang matang untuk bisa menguasai semua elemen trading–bukan serta merta menjadi Avatar yang langsung tahu seluk-beluknya tanpa perlu mikir keras, ya.
Namanya juga hidup, setiap detiknya itu adalah pembelajaran, jadi walaupun kamu sudah bertahun-tahun belajar pun, kamu tetap harus belajar, terus haus akan pembaruan terbaru dari dunia trading.
Hidup ini dinamis, berikut juga trading~ Kamu harus tetap up to date, stay relevant, ya! Nah, kali ini, yuk kita coba jelajahi langkah awal dalam memahami bagaimana trading itu bekerja, apa aja sih yang harus diketahui? Lalu, ada risiko gak, ya? Yuk, yuk, yuk!
Jadi, Trading Itu Apa, sih? Cara Kerjanya Seperti Apa, tuh?
Sederhananya, trading merupakan kegiatan jual beli kayak di pasar. Wah, yang bener? Iya! Nah, yang jadi pembedanya, objek yang diperjanjikan itu bukan ayam, ikan, daging, tapi aset keuangan; forex, saham, cryptocurrency, yang pastinya bertujuan untuk mencapai keuntungan alias profit.
Nah, untuk forex, kamu bakal melakukan transaksi pasangan mata uang seperti EUR/USD setelah kamu melakukan analisis fundamental maupun teknikal.
Apa aja jenis trading?
Sebelum kita nyebur ke dunia trading, ada baiknya kamu coba dulu pahami jenis trading yang umum di pasaran. Dari sana kamu bisa memilih sekiranya yang mana satu yang cocok dengan persona kamu. Yuk!
- Forex: aset yang diperjualbelikan dalam jenis trading ini berupa mata uang di mana fokusnya meraih profit dari selisih harga jual dan beli. Gini, kamu beli pas harga rendah, jual pas harga tinggi. Cuan, deh~
- Saham: Nah, ini cukup umum ya. Jadi, kita beli ‘bagian’ dari sebuah perusahaan pilihan yang terdaftar di bursa efek, kemudian dijual pas lagi tinggi-tingginya setelah kita serok dari bawah.
- Cryptocurrency: Ini tuh kayak jual beli aset digital, mungkin kamu lebih familier dengan Bitcoin ataupun koin DOGE. Grafik jual beli di sektor ini tuh cukup menyentil jantung, naik turun begitu tajam, jadi kayak naik wahana roller coaster.
- Komoditas: Jual beli barang kece macam minyak, silver, ataupun emas. Harganya cukup fluktuatif, namun pangsa pasarnya juga oke lho, jadi patut dicoba!
- Indeks: Berfokus pada perdagangan indeks saham seperti S&P 500 dan Dow Jones. Bayangin kayak beli paketan saham; kamu gak beli ketengan, tapi langsung sekelompok saham dari banyak perusahaan pilihan dalam satu waktu. Jadi, kalau harga indeksnya naik, cuan melimpah deh!
Kamu Harus Melakukan Hal di Bawah Ini Sebagai Trader Pemula
Kamu sudah baca sejauh ini, sudah maju satu langkah lebih baik dari beberapa menit lalu. Nah, sekarang kita coba melangkah maju lagi dengan mengetahui apa saja yang harus dilakukan sebagai trader pemula.
1. Mulai dari dasar
Sudah pasti kamu harus pahami dasar dulu sebelum berenang di lautan trading, coba celupkan salah satu kaki dulu, kemudian dikira-kira riaknya.
Nah, sebagai pemula, penting untuk memahami konsep-konsep dasar trading seperti trendline, pip, waktu perdagangan, spread agar kamu gak bengong pas udah di dalam dunia trading, udah langsung nangkep hal apa yang lagi kamu baca atau pelajari.
2. Kritis dalam memilih broker
Setelah kamu melakukan riset tentang dasar-dasar trading, tentunya kamu butuh wadah dalam melakukan transaksi trading, betul?
Nah, kamu bisa nih memilih broker legal dan terpercaya agar aktivitas yang dijalani pun terasa aman dan nyaman. Mudahnya, kamu bisa memilih broker yang terdaftar di Bappebti, ya! Contohnya FOREXimf yang udah legal dan gak neko-neko.
3. Coba-coba di akun demo
Nah, jikalau kamu sudah merasa percaya diri dengan pengetahuanmu, kamu bisa lho coba-coba dulu melakukan trading di akun demo. Akun demo memberikanmu kesempatan untuk latihan dulu melalui akun ‘coba-coba’ tanpa risiko kehilangan dana riil karena bisa jadi, kamu belum paham jelas praktis trading di lapangan.
4. Pertajam analisis fundamental dan teknikal
Dalam analisis teknikal, kamu bisa menggunakan grafik harga, trendline, indikator teknikal, dan pola lainnya untuk memprediksi harga di masa yang akan datang.
Hal ini sederhananya mirip banget dengan prakiraan cuaca; jadi, kamu melihat kebiasaan harga yang ada menggunakan alat yang tersedia. Nah, jikalau dalam kurun waktu tertentu ada pola kenaikan, mungkin pola tersebut bakalan datang lagi di masa yang akan datang.
Kamu bisa siap-siap deh, menentukan strategi apa yang harus diaplikasikan saat kamu berada di titik terendah ataupun tertinggi dari suatu perdagangan.
Kemudian untuk analisis fundamental, kamu bisa berfokus pada sentimen yang terjadi di sekitaran, alias pasar itu sendiri.
Semacam kamu bakal jualan jas hujan pas musim hujan, karena ada kecenderungan demand atas jas hujan naik, nih. Kamu harus up to date dengan berita dan data ekonomi global, kejadian dunia apa sajakah yang sekiranya bakal memengaruhi sentimen pasar. Semua hal ini bisa saja menyenggol harga aset, lho!
5. Fokus dalam managemen risiko
Kamu harus paham bahwa tidak ada hal yang tidak memiliki risiko, maka kamu harus bisa mengelola risiko dalam trading untuk menetapkan level keuntungan dan kerugianmu secara personal. Sesuaikanlah aktivitas trading dengan modal yang ada dan atur finansialmu agar profit maksimal pun tercapai.
Beberapa terminologi yang biasanya dipakai di dunia trading bisa menjadi acuanmu nih dalam berjelajah di dunia trading:
- Stop loss: batas kerugian maksimal yang kamu tetapkan untuk membatasi kerugian dalam posisi yang sedang berjalan, baik saat harga naik atau turun.
Bayangin kamu lagi jualan sayur di pasar, pas harganya turun, kamu udah punya batas di mana kamu rela jual rugi. Pas amit-amit harganya turun sampai ke batas yang kamu tetapkan, kamu akan jual ‘murah’ sayur kamu sebelum kerugian makin membengkak, Jadi, kamu gak rugi-rugi banget, gitu. - Take Profit: target keuntungan yang mau kamu capai, supaya gak serakah dan tahu kapan harus berhenti sejenak.
Misalnya kamu jualan kopi, harganya lagi melambung tinggi nih dan kamu udah nentuin batas atas dari profit. Pas harga sudah mencapai batas atas personal, kamu langsung jual deh, sebelum harganya turun dan kamu kehilangan momentum kemenanganmu. - Risk/Reward Ratio: perbandingan antara jumlah kerugian yang siap kamu tanggung dengan potensi keuntungan yang bisa kamu raih dalam satu trade.
Misalnya, kalau kamu pasang stop loss di 10 ribu dan take profit di 20 ribu, artinya kamu siap rugi 10 ribu untuk peluang dapat untung 20 ribu (rasio 1:2). Semakin bagus rasionya, semakin worth it risiko yang diambil. - Diversifikasi: menyebar investasi di berbagai aset untuk mengurangi risiko total, sehingga jika salah satu aset turun, yang lain bisa saja mengimbanginya gitu.
Contohnya kamu jualan es teh, eh lah dalah lagi musim hujan, alamat bakal menurunkan permintaan es teh. Kalau saja kamu nyambi jualan kopi hitam dan roti hangat, bisa banget tuh jadi alternatif lain untuk meraup keuntungan selagi demand es teh turun.
Gimana, kebayang gak?
6. Mengelola emosi yang stabil
Pengelolaan emosi merupakan prioritas saat kamu melakukan trading, kamu harus mampu mengelola rasa serakah ataupun takutmu agar bisa mengambil keputusan secara jelas dan tidak terburu-buru.
Kamu harus bisa menjaga kedisiplinan kamu dan tetap berpegang teguh pada strategi yang sudah kamu rangkai. Jikalau sekiranya strategi tersebut meleset, ada baiknya hal itu dijadikan sebagai bagian dari refleksi diri dan improvisasi strategi di masa yang akan datang.
Kamu juga gak boleh terburu-buru, terbuai rasa emosi yang membuat kamu gak punya jalan dan langkah yang jelas. Jeleknya, perasaan tak sabar ini hanya akan menghasilkan penyesalan dan pengandaian yang membuat emosi nggak stabil.
Intinya sih, kamu bisa mengelola rasa dan mempertajam logikamu. Harus ada alasan dari setiap langkah yang diambil agar intuisimu pun terasah secara alami.
7. Memiliki strategi yang cermat
Strategi yang umum digunakan memang banyak; scalping, day trading, swing, ataupun position trading. Kamu harus menyesuaikannya dengan strategi yang telah kamu susun dan mengimplementasikannya dengan cermat. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan hasil yang memuaskan dalam landasan yang jelas, bukan asal-asalan dalam melakukan trading, ya!
8. Evaluasi segala aspek yang ada
Selain kamu konsisten membangun strategi, kamu juga harus konsisten melakukan evaluasi lho. Strategi apa yang sekiranya cocok banget dengan dirimu berikut dengan strategi yang sesuai dengan kondisi emosionalmu. Cobalah untuk menggunakan jurnal trading dalam pencatatan setiap transaksi yang telah terjadi dan lakukan evaluasi atasnya demi menjaga semua aktivitas dalam koridor yang ada.
Kekeliruan yang Harus Kamu Hindari
- Overtrading: Kamu terlalu sering membuka posisi tanpa adanya analisis ataupun alasan yang jelas, kesannya ngasal dan membabi buta. Cobalah untuk menyusun strategi sebelum membuka posisi perdagangan agar intuisi teknikal dan fundamental mu pun kian terasah.
- Anti stop loss: Kamu merasa bahwa stop loss itu tidak menguntungkan, padahal stop loss berguna banget lho dalam menjaga ritme perdagangan, menghindarimu dari risiko kerugian yang lebih besar. Jadi, sebisa mungkin kamu menetapkan standar ya, menggunakan stop loss itu bukanlah hal yang buruk.
- Abai dengan berita global: Kamu harus aware bahwa perdagangan dalam bentuk apa pun itu bakal terpengaruh dengan namanya sentimen global. Jadi, kamu jangan sampai merasa abai ya dengan berita yang ada, tahu-tahu itu adalah kunci utama dalam perdagangan yang kamu buka. Jangan sampai kamu ketinggalan berita terbaru baik itu berita ekonomi, sosial, ataupun politik.
- Manajemen keuangan yang buruk: Kesannya, kamu tidak melakukan perhitungan finansial dalam melakukan trading, neraca untung-rugimu terkesan rusak. Baiknya, kamu harus memperhitungkan apa yang masuk dan keluar demi tercapainya manajemen finansial yang teratur, jadi pas ada anomali pun kamu sadar akan hal itu.
Strategi Level Up Lainnya untuk Mempertajam Kemampuan Trading
- Aktif mengikuti webinar ataupun seminar dapat membantu kamu dalam pendalaman materi strategi dan analisis pasar, plusnya kamu juga bakal memperkuat relasi dengan orang lain yang memang berkecimpung di bidang ini.
- Up to date dengan berita terkini tuh adalah wajib, Guys! Apalagi berita ekonomi, sosial, hingga politik yang jelas-jelas memengaruhi harga pasar, kamu gak boleh ketinggalan ya. Merasa FOMO untuk yang satu ini halal, kok~
- Belajar di akun demo dulu yuk, perdalam dulu analisismu sebelum terjun ke akun riil. Jangan langsung ke akun riil ya kalau belum ada pengalaman. Hitung-hitung kamu latihan ingatan akan materi dan mengelola emosi.
- Mengikuti trader profesional yang cocok dengan gaya dan persona trading mu juga oke lho, biar kamu kecipratan ilmunya dan bisa kamu implementasikan di aktivitas trading.
Trading Forex Lebih Mudah di QuickPro. Install Sekarang!
Kesimpulan
Nah, gimana? Jadi lebih mantep kan ya langkah ke depannya setelah membaca artikel ini? Yuk, langsung ikuti dan implementasikan. Semoga kamu bisa lebih percaya diri dan juga gak kebingungan, ya!
Yuk, langsung cobain Quickpro dari FOREXimf, aplikasi yang bisa kamu jadikan sandaran dalam berinvestasi. Kamu juga bisa cek analisis harian, mingguan, berita lainnya, hingga webinar edukasi di website kami!
Happy cuan, ya!